Ilustrasi Sudra

SUDRA

Sudra

Karya Immawan Tejo (Anggota Bidang Hikmah PK IMM PBII)

Pagi ke siang
Menyulut huma dan terbakar
Orang hanya terbahak
Seorang sudra terjingkrak
Setelah punggungnya terjadi kebakaran

 

Siang dengan rancung
Mendepak suburnya pagi
Para sudra terserak begitu saja melepas teriak
Hendak diguncang kenyataan dengan kelantangan
Hendak disesaki kenyataan dengan teriakannya

 

Sedangkan aku
Tersekat di kepengapan sempitnya tabir
Sisi pada salah satu sudutnya
Diganjal, diikat, dikurung
Oleh Undang-Undang

 

Para sudra itu juga aku
Kian parau, kian risau
Kelu dan kaku dalam kebisuan yang terpaksa
Siang yang terik dengan nyalanya…
Yang menyiksa tawa, yang mengobarkan nyeri di hati

 

Tatap pun kian pudar
Ia biarkan isak makin serak, ratap makin senyap
Bukan karena ngilu dari punggung yang melepuh
Bukan karena hanyutnya harapan yang bermukim
Tetapi karena Kata tak didengar, Cita tak tergapai

 

Panasnya kenyataan membakar kenangan dan harapan
Dari sarkastik teriknya surya yang menghantam
Pagi ke siang, Merdeka ke Terjajah…
Lagi-lagi menangis…
Karena pertolongan adalah istilah yang tak akrab